Kisah soraya

Pagi ini langit tampak gelap,seakan matahari enggan menampakan kecerahannya,titik-titik air turun membasahi bumi, menambah redupnya suasana hati kami sekeluarga.aku soraya,anak tertua dari 4 bersaudara,ketiga adiku laki2,merkan masih kecil, usia 9,7 dan 5 tahun. ayah kami adalah laki-laki yang penuh tanggung jawab dan kasih sayang,10 hari yang lalu beliau telah berpulang menghadap sang pencipta,sedih sudah pasti kami rasakan, namun ada sedikit penghibur hatiku saat memikirkan bahwa ayah sudah tak lagi merasakan sakit yg di dertianya selama hampir dua tahun ini.

“Assalamu’alaikum Aya,Ibumu ada dirumah? “, suara seseorang memecah lamunanku yang sejak tadi duduk disamping jendela sambil menatap langit “Wa’alaikumussalam paman”,kujawab salam pamanku seraya meraih tangannya dan menciumnya dengan penuh takzim, “ibu sedang didapur,sebentar aya panggilkan, paman silahkan duduk dulu” Aku berjalan menuju dapur, kulihat ibu sedang menyuapi adik bungsuku yang sedari tadi menanyakan kenapa ayah tak kunjung pulang, “bu,ada paman randi di depan”, kataku sambil meraih si bungsu dan menggendongnya ” Ada apa ya, tumben pamanmu kesini”keheranan ibu kuanggap wajar karna memang selama ayahku sakit saja paman tidak pernah datang menjenguk, padahal pamanlah satu-satunya saudara kandung ayah,rumahnyapun tak terlalu jauh dari rumah kami, masih bertetangga kampung, tidak sampai setengaj jam jarak rumah kami kerumah pamana,paman dan ayah tak pernah bermasalah, hanya saja paman seperti tak acuh terhadap keluarga kami begitupun anak-anaknya, meski sepupu, kami tak begitu akrab “entahlah bu, mungkin paman sedang merindukan ayah” Jawabku sambil berjalan mengiringi langkah ibu, “mungkin juga” Timpal ibu, meski terdengar agak ragu

“Randi” Sapa ibu seraya duduk dan diiringi aku dibelakangnya “kamu cuma sendiri aja, anak dan isterimu gak ikut? “Tanya ibu lagi. “Engga kak, mereka sedang ada acara dirumah temannya”. “Oh.. Begitu, tumben banget kamu kesini,mau silaturahmi aja ada ada keperluan lain? ” Tanya ibu pada paman. “Sebenarnya ada yang ingin saya bicarakan sama kakak” Jawab paman. “Apa? ” Tanya ibu dengan penasaran..

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai